JAKARTA– Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rehabilitasi Medik Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, menegaskan bahwa Indonesia hanya memiliki waktu sekitar dua dekade untuk mempersiapkan generasi yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Markus Wibowo usai menghadiri kegiatan yang mempertemukan berbagai tokoh nasional dalam rangka memperkuat sinergi menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, anak-anak yang saat ini masih berusia di bawah lima tahun akan memasuki usia produktif sekitar 20 tahun mendatang. Karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini melalui pembinaan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
"Kalau kita melihat masa depan Indonesia, kita tinggal memiliki waktu sekitar 20 tahun untuk menyiapkan anak-anak Indonesia yang saat ini masih berusia tiga hingga lima tahun. Ketika mereka memasuki usia produktif, mereka harus benar-benar siap. Oleh karena itu, pembinaan harus dimulai dari komunitas terkecil, yaitu keluarga," ujar Markus Wibowo.
Ia menjelaskan, Kementerian Pertahanan melalui sektor kesehatan akan terus mendorong penguatan program kesehatan yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif sebagai langkah awal dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Markus juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan secara bersama-sama.
"Harapannya kolaborasi seperti ini terus terjalin. Dengan sering bertemu dan berdiskusi, berbagai persoalan dapat dicarikan solusi bersama serta dikawal pelaksanaannya demi kepentingan masyarakat," katanya.
Di akhir keterangannya, Markus berharap seluruh upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat bermuara pada terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera dan bahagia.
Menanggapi rencana pembangunan Kampung Haji yang menjadi salah satu program pemerintah, Markus menyatakan dukungan penuh karena dinilai memberikan manfaat besar bagi bangsa, khususnya bagi jemaah haji Indonesia.
"Itu sangat bagus. Kami tentu akan mendukung karena ini merupakan kepentingan bangsa, terutama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah haji. Kehadiran Kampung Haji juga akan memberikan nilai positif bagi Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi), Y. Handeja Budhisedjati, mengatakan sinergi antara Formasi dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mengawal pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya di bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom APK Podomoro Tower, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., Dewan Pembina Formasi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ketua Umum Formasi Y. Handeja Budhisedjati serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar