INDOFOXT
PORTAL MEDIA
Minggu, 09 Agustus 2026
KAPOLRI TUTUP E-SPORTS KAPOLRI CUP 2026, AJAK GENERASI MUDA JADI DUTA KAMTIBMAS DAN AKTIF LAPORKAN GANGGUAN KE 110
Jumat, 07 Agustus 2026
IPHI Dorong Kampung Haji dan Lima Program Prioritas Demi Kesejahteraan Masyarakat
JAKARTA – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) bersama Forum Indonesia Emas (Formasi) menggelar pertemuan konsolidasi dan kolaborasi sebagai langkah memperkuat dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan tersebut berlangsung di APK Podomoro Tower Ballroom, Jakarta, Jumat (7/8/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., Dewan Pembina Formasi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi) Y. Handeja Budhisedjati, serta sejumlah tokoh lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno menegaskan bahwa konsolidasi dan kolaborasi menjadi langkah penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
"Dalam pertemuan kali ini kita melakukan konsolidasi dan kolaborasi. Karena berbagai persoalan tidak akan selesai tanpa adanya konsolidasi dan kolaborasi yang dilakukan secara teknis," ujar Erman Suparno.
Ia menjelaskan, IPHI akan memfokuskan perhatian pada lima program prioritas yang dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat.
"Pertama adalah ketahanan pangan. Jangan bicara ketahanan pangan kalau tidak dikerjakan secara serius. Kedua pendidikan, ketiga kesehatan, keempat penguatan UMKM atau ekonomi kerakyatan, dan kelima adalah memperkuat persatuan masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Erman Suparno juga menyinggung gagasan pembangunan Kampung Haji yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon jemaah haji Indonesia.
Menurutnya, Indonesia setiap tahun memberangkatkan sekitar 220 ribu jemaah haji. Karena itu, diperlukan pusat pelayanan terpadu agar seluruh kebutuhan calon jemaah dapat dipenuhi secara lebih baik.
"Kampung Haji merupakan gagasan yang sangat baik. Dengan jumlah sekitar 220 ribu jemaah haji setiap tahun, pelayanan akan lebih maksimal apabila dipusatkan dalam satu kawasan. Di sana nantinya tersedia berbagai layanan, seperti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) gratis, pelayanan gizi, hingga fasilitas pendukung lainnya bagi calon jemaah haji," jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji di Indonesia.
Selain itu, Erman Suparno menegaskan bahwa setelah terjalinnya nota kesepahaman (MoU), IPHI akan langsung mengimplementasikan berbagai program prioritas, khususnya di sektor ketahanan pangan.
Program tersebut mencakup pengembangan pertanian, perikanan, tanaman pangan, perkebunan buah-buahan, hingga komoditas jagung yang dinilai memiliki potensi besar di berbagai daerah.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Di Pulau Jawa saja masih banyak lahan dan sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi), Y. Handeja Budhisedjati, menyampaikan bahwa sinergi antara Formasi dan IPHI diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah menuju Indonesia Emas.
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen bangsa dalam mengawal pelaksanaan program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya di bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Brigjen TNI Markus Wibowo: Persiapan Generasi Emas Harus Dimulai dari Keluarga dan Kesehatan
JAKARTA– Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rehabilitasi Medik Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS, menegaskan bahwa Indonesia hanya memiliki waktu sekitar dua dekade untuk mempersiapkan generasi yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Markus Wibowo usai menghadiri kegiatan yang mempertemukan berbagai tokoh nasional dalam rangka memperkuat sinergi menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, anak-anak yang saat ini masih berusia di bawah lima tahun akan memasuki usia produktif sekitar 20 tahun mendatang. Karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini melalui pembinaan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
"Kalau kita melihat masa depan Indonesia, kita tinggal memiliki waktu sekitar 20 tahun untuk menyiapkan anak-anak Indonesia yang saat ini masih berusia tiga hingga lima tahun. Ketika mereka memasuki usia produktif, mereka harus benar-benar siap. Oleh karena itu, pembinaan harus dimulai dari komunitas terkecil, yaitu keluarga," ujar Markus Wibowo.
Ia menjelaskan, Kementerian Pertahanan melalui sektor kesehatan akan terus mendorong penguatan program kesehatan yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif sebagai langkah awal dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Markus juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan secara bersama-sama.
"Harapannya kolaborasi seperti ini terus terjalin. Dengan sering bertemu dan berdiskusi, berbagai persoalan dapat dicarikan solusi bersama serta dikawal pelaksanaannya demi kepentingan masyarakat," katanya.
Di akhir keterangannya, Markus berharap seluruh upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat bermuara pada terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera dan bahagia.
Menanggapi rencana pembangunan Kampung Haji yang menjadi salah satu program pemerintah, Markus menyatakan dukungan penuh karena dinilai memberikan manfaat besar bagi bangsa, khususnya bagi jemaah haji Indonesia.
"Itu sangat bagus. Kami tentu akan mendukung karena ini merupakan kepentingan bangsa, terutama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah haji. Kehadiran Kampung Haji juga akan memberikan nilai positif bagi Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Indonesia Emas (Formasi), Y. Handeja Budhisedjati, mengatakan sinergi antara Formasi dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program pemerintah menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mengawal pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya di bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom APK Podomoro Tower, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno, M.B.A., M.Si., Dewan Pembina Formasi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ketua Umum Formasi Y. Handeja Budhisedjati serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
Rabu, 05 Agustus 2026
Bank BRI Cabang Mega Kuningan Gelar Program Jumat Berkah, Perkuat Komitmen untuk Saling Berbagai Kepada Masyarakat Sekitar Kawasan Mega Kuningan
JAKARTA - Hari Jumat selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak kebaikan. Sejalan dengan semangat tersebut, BRI cabang Mega Kuningan meluncurkan inisiatif baru berupa Program Jumat berkah dengan cara berbagi makanan nasi box kepada masyarakat di kawasan Mega Kuningan Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Program Jumat Berkah merupakan bagian dari komitmen BRI cabang Mega Kuningan untuk terus Melangkah Sesuai Kaidah dengan menghadirkan nilai tambah yang relevan bagi masyarakat di sekitar kantor cabang, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung. Inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi nyata yang selaras dengan kebutuhan lingkungan masyarakat kawasan Mega Kuningan Jakarta.
Pimpinan cabang BRI cabang Mega Kuningan, Ardi Ahmad Muharam, mengatakan, program ini menjadi sarana untuk memperkuat engagement dengan masyarakat serta memperluas manfaat keberadaan Bank BRI di lingkungan sekitar kantor cabang BRI Mega Kuningan.
“Melalui kegiatan yang relevan dan membumi seperti Program Jumat Berkah ini, kami berharap BRI cabang Mega Kuningan semakin dekat dan dipercaya masyarakat sekitar. Ini sejalan dengan purpose BRI cabang Mega Kuningan untuk Advancing Customers and Society, yaitu senantiasa membantu nasabah dan masyarakat mewujudkan mimpi serta aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati,” ujar pimpinan cabang BRI Mega Kuningan kepada awak media.
Program Jumat Berkah perdana ini dengan tema "Memberi dan melayani sepenuh hati " kepada berbagai kalangan, seperti pengemudi ojek online, nasabah, dan khususnya masyarakat sekitar.
Program Jumat Berkah ini merupakan awal dari perjalanan Program sosial yang akan diselenggarakan secara rutin setiap hari Jumat. Kedepannya, Program Jumat Berkah juga akan dikembangkan dengan beragam tema sesuai kebutuhan masyarakat sekitar kantor cabang BRI Mega Kuningan.
“Melalui program Jumat Berkah ini, kantor cabang BRI Mega Kuningan tidak hanya berperan sebagai pusat layanan finansial, tetapi juga sebagai pusat kebaikan yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Bank BRI Mega Kuningan berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial di masyarakat yang modern, relevan, dan membawa kemaslahatan,” pungkas Ardi Ahmad Muharam dengan penuh antusias.
Bank BRI Cabang Mega Kuningan Gelar Program Jumat Berkah, Perkuat Komitmen untuk Saling Berbagai Kepada Masyarakat Sekitar Kawasan Mega Kuningan
Jumat, 24 Juli 2026
BRI Bursa Efek Indonesia dan Erha Clinic Jalin Sinergi Lewat Program Marketing Kolaborasi
Kamis, 23 Juli 2026
BRI Sudirman 1 Kembali Gelar Jumat Berkah, Berbagi Kepedulian untuk Pengemudi Ojek Online
Kamis, 09 Juli 2026
PERADI Profesional, Kemenag, UI dan 111 Kampus Perkuat Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional
**Jakarta** – PERADI Profesional menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Universitas Indonesia, serta 111 perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama RI guna memperkuat kualitas pendidikan hukum nasional.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026), dan dihadiri Menteri Agama Nazaruddin Umar, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno, Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah, Ketua Umum PERADI Profesional Prof. Harris Arthur Hedar, Ketua Panitia Tasrif M. Saleh, serta pimpinan perguruan tinggi Islam dari berbagai daerah.
Ketua Umum PERADI Profesional Prof. Harris Arthur Hedar mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menyatukan pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi dalam membangun sistem pendidikan hukum yang berkualitas.
Menurut Harris, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam membawa nilai pendidikan Islam yang moderat, Universitas Indonesia mengedepankan tradisi akademik dan integritas, sedangkan PERADI Profesional berkomitmen membentuk advokat yang kompeten dan beretika.
*"Setiap perguruan tinggi adalah pusat lahirnya ilmu pengetahuan, tempat pembentukan karakter, sekaligus ruang untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada calon-calon penegak hukum masa depan,"* ujar Harris.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut akan mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat guna memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan praktik profesi advokat.
Harris berharap sinergi tersebut mampu melahirkan lulusan hukum yang memiliki kemampuan akademik sekaligus integritas dalam menjalankan profesinya.
*"Warisan terbaik dari kerja sama ini bukanlah dokumen yang kita tandatangani hari ini, melainkan lahirnya sumber daya manusia yang menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam menegakkan hukum dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"* tutupnya.






